Ruang Mimpi

Cinta mewarnai indahnya malammu
Kuperintahkan ia tuk mengambil sebuah bintang di langit,
Guna menemanimu dalam dinginnya malam,
dan memancarkan sinar terangnya
Menjagamu dari setiap luka yang coba mengecupmu

Mata ini enggan terlelap dalam buaian mimpi,
Aku masih saja berharap bisa mendengar bisik lembutmu
Mengusik sepi
Menyusup tiba-tiba tanpa permisi

Meski lelah telah menembus batas kantukku,
Tak jua bisa kutepikan rinduku walau sekejap
Mengundang siluetmu tuk hadir lagi
Menggugat cerita rindu pada dinding jiwa yang terpasung

Begitu jarak menyekat tatap, ingin ku segera kembali
Bersandar manja pada bahumu
Hingga aku tertidur di atas jemari manismu

Kan kubangun satu ruang dalam mimpiku,
Kurangkai dengan begitu indahnya
Di mana hanya ada kau dan aku,
Di bawah bendungan pelangi...

Metamorfosa


Aku ini hanya seekor ulat
Mahluk hijau yang kalian pandang lemah dan menjijikan
Namun aku memiliki seribu harapan
Yang menurut kalian itu adalah hal yang mustahil untukku
Namun kan kutunjukan segala kemampuan dan keindahan dalam diriku kelak
Dan saat itu kalian akan tersenyum
Mengakui segala keindahan dan kehebatanku

Hari-hari pun berlalu
Kini saatnya bagiku ‘tuk menggapai segala impianku
Kurajut benang-benang halus yang menyelubungi tubuhku
Kalian tertawa, kalian memakiku
Tapi kuyakin suatu saat kalian akan takjub
Dari segala yang kupunya

Tibalah saatnya bagiku ‘tuk berubah
Kulepas benang-benang tipis yang telah lama menyelimutiku
Perlahan-lahan kukepakkan sepasang sayapku
Lalu aku terbang tinggi melihat keindahan dunia ini
Dan kalian pun tersenyum menyambut buah dari impianku

Mimpi Abadimu

Kasih...
Mentari telah menepati janjinya,
Tuk menyinari pagi ini, dari dinginya malam kelam...
Bukalah matamu, sambutlah indah nya pagi ini..

Ah, hangatnya mentari tak sanggup membangunkanmu..
Dengarlah burung-burung kecil yang kian bernyanyi...
Jamaklah angin sepoi-sepoi yang menari di telingamu..
Dan peluklah aku, penjaga hatimu..
Ku ingin kau datang menyambut lembaran baru kita, sayang..

Ku kecup bibir hangatmu,
Agar engkau terlepas dari mimpi burukmu...

Tapi sayang,,,
Kehangatan yang kuberikan kepadamu,
Tak sanggup meleburkan dinginnya tubuh indahmu..
Keceriaan pagi ini,
Tak sanggup mengubah wajah pucatmu..
Seluruh tubuh mu bernuansa putih pucat,,, Dingin.
Tapi aku tahu,,, Hati mu kan selalu hadirkan kehangatan tersendiri untukku..
Walaupun itu tak berarti, cintaku dapat menghidupkanmu..

Gaun putih yang menyelimutimu,,
Membuatku teringat akan masa pernikahan kita dulu..
Saat kusambut dirimu sebagai kunci hidupku,
Saat kuhadirkan pesona jiwaku sebagai penakluk amormu..
Saat kecupan pertama dan tangisan kebahagiaan kita waktu itu, sayang..

Tapi sekarang, tangisan itu berubah menjadi kepedihan untukku..
Kehangatan yang kita hadirkan bersama, menjadi dingin tak menentu.
Dan tubuh indahmu masih terbaring kaku..
Tapi aku harap engkau dapat mendengar bisikan hatiku...

Ini pengungkapan terakhir cintaku padamu..
Aku ingin setiap saat engkau meriasi seluruh hidupku..
Dirimu menjadi peri kecil dalam hari-hariku...
Tapi aku sadar, itu semua sia-sia..

Sayang,,
Lanjutkanlah tidur nyenyakmu..
Maaf aku menganggu mimpi manismu..
Aku hanya ingin kau tahu betapa besarnya cintaku padamu..

Semoga engkau selalu terjaga dalam tidurmu..
Dalam lelapmu..
Disini aku kan terus menunggu..
Sampai engkau terbangun dari mimpi-mimpimu..
Aku kan setia menyambut mu..
Walaupun aku tahu...
Dirimu takkan pernah terbangun,
Dari mimpi indahmu...
Selamat Tinggal, kasih..

Makna Bercinta

Saat kusapa dirimu..
Bibir tipis mu melebar, dengan rona merah muda di pipimu...
Saat itu..
Waktu serasa membeku, 'tuk menyambut senyum manismu..

Bibirmu tipis menggoda..
Ingin ku gigit bibirmu dengan bibirku...
Agar bibir kita saling bercumbu...
Selayaknya hati kita yang bersatu..

Mata mu bersinar terang..
Matahari pun tak sanggup melawan kilauan bola matamu..
Dan ketika bayanganku ada dalam bola matamu...
Di saat itu lah, aku merasa bahwa aku hidup dalam hatimu.

Napas mu hangat menghanyutkan..
Rintihan mu.. Desahanmu..
Membuatku terbangun..
Tuk memelukmu, memberikan sejuta kenikmatan kepadamu.
Selayaknya sengatan listrik yang menari di atas tubuh kita.
Sehingga kita terbuai, jatuh ke dalam sanubari kenikmatan..
Dan hanyut menjadi satu..

Saat tubuh mu menari di atas tubuhku..
Disaat tubuh kita melebur menjadi satu..
Saat api asmara membentuk ombak yang datang menghadang...
Aku pun merintih..
Mendesah dalam pelukmu..
Kubiarkan lidahmu menelusiri tubuhku,
Menggetarkan jiwaku..
Dan mendatangkan birahi yang tak tertahankan..
Hingga aku jatuh...
Ke dalam gua cintamu..

Jantung kita bersatu...
Irama jantung yang berdetak...
Mendatangkan sebuah alunan lagu cinta..
Yang melengkapi suasana tak 'terlupakan' itu...

Berikan aku sebuah kecupan terakhir, sayang..
Berikan aku kecupan cinta..
Tuk mengakhiri 'tarian' indah kita..
Sebagai suatu simbol...
Bahwa kita adalah satu.
Karena kenikmatan yang telah kau curahkan..
Memberikan aku makna..
Bahwa engkau begitu berarti..
Dalam hidupku..

Harapan Semu


Aku berlari, takut terjatuh
Aku teriak, hati membisu
Aku menangis, mata mengering
Aku tertawa, batin memilu

Membuka hati, ditindas mati
Meminta maaf, diberi naas
Mencari cinta, didapat nista
Meraih mimpi, diupah kopi

Mencoba tuk lebih tegar, jiwaku rapuh
Mencoba tuk mengulang semuanya, tapi waktu tak mau berpaling

Ahh.. Mungkin lebih baik aku meninggalkan semua ini
Pergi jauh dari semua penyakit ini
Atau mungkin...
Pergi meninggalkan dunia ini

Sang Penggoda


Seperti kabut terselubung fajar
Hanya seperti dirimu begitu menawan
Bukan gombal, hanya rayuan
Bukan fakta, hanya realita

Jujur aku menggila karena mu
Tawanan sepi, dalam dinginnya malam
Canduan tawa, diantara hangatnya mentari
Itulah dirimu, begitu mengalihkan

Hanya terlintas satu kata, dalam benakku,,,
"Sempurna"
Walaupun kini, dirimu bersamanya
Tapi aku percaya, percaya bahwa suatu hari nanti
Kau ada di pelukku
Memang gila, tapi ini semua ada, karena dirimu lah,
Begitu menggoda

Surat Kepada Pujaan Hati


Bagaikan darah di atas mawar berduri
Semerbak luka hatiku di atas duri cintamu
Bayangan semu mu kian menghantuiku
Senyum manis mu nan menggodaku
Hapuskan semua duka lara hidupku

Kini semuanya lenyap
Sisakan serpihan manis mu
Hanyut terbawa kelamnya angin malam
Hanya bayangan maya mu yang kian menari
Menambah sesal puing kehidupan ini

Kemanakah dirimu berada, kasih...?
Disini aku berdiri sendiri, ditemani bayang-bayang mu
Di atas panasnya api cinta, di selimuti dinginnya angin rindu
Aku lemah tanpa dirimu, tanpa cintamu
Kar'na engkaulah, Cah'ya kehidupanku

Sesal merana, menelusuri jiwaku
Pupuskan semangat tuk jalani pedihnya hidup
Tapi kini, kuhanya dapat meratapi kenyataan
Tanpa alunan kasih, hanya usikan rindu
Di sini lah aku bersandar,
Hanya secarik kertas lusuh, tuk curahkan hatiku
Hanya rajutan kata penuh rayuan sesal
Yang cukup hina untuk dikisahkan

Kembalilah, hai kasih..
Telah lama kunanti kehadiranmu
Tuk jadi penawar rindu, penghancur pilu
Karena hanya dirimulah,,,
Pujaan hatiku