Sang Penggoda


Seperti kabut terselubung fajar
Hanya seperti dirimu begitu menawan
Bukan gombal, hanya rayuan
Bukan fakta, hanya realita

Jujur aku menggila karena mu
Tawanan sepi, dalam dinginnya malam
Canduan tawa, diantara hangatnya mentari
Itulah dirimu, begitu mengalihkan

Hanya terlintas satu kata, dalam benakku,,,
"Sempurna"
Walaupun kini, dirimu bersamanya
Tapi aku percaya, percaya bahwa suatu hari nanti
Kau ada di pelukku
Memang gila, tapi ini semua ada, karena dirimu lah,
Begitu menggoda

Surat Kepada Pujaan Hati


Bagaikan darah di atas mawar berduri
Semerbak luka hatiku di atas duri cintamu
Bayangan semu mu kian menghantuiku
Senyum manis mu nan menggodaku
Hapuskan semua duka lara hidupku

Kini semuanya lenyap
Sisakan serpihan manis mu
Hanyut terbawa kelamnya angin malam
Hanya bayangan maya mu yang kian menari
Menambah sesal puing kehidupan ini

Kemanakah dirimu berada, kasih...?
Disini aku berdiri sendiri, ditemani bayang-bayang mu
Di atas panasnya api cinta, di selimuti dinginnya angin rindu
Aku lemah tanpa dirimu, tanpa cintamu
Kar'na engkaulah, Cah'ya kehidupanku

Sesal merana, menelusuri jiwaku
Pupuskan semangat tuk jalani pedihnya hidup
Tapi kini, kuhanya dapat meratapi kenyataan
Tanpa alunan kasih, hanya usikan rindu
Di sini lah aku bersandar,
Hanya secarik kertas lusuh, tuk curahkan hatiku
Hanya rajutan kata penuh rayuan sesal
Yang cukup hina untuk dikisahkan

Kembalilah, hai kasih..
Telah lama kunanti kehadiranmu
Tuk jadi penawar rindu, penghancur pilu
Karena hanya dirimulah,,,
Pujaan hatiku