Metamorfosa


Aku ini hanya seekor ulat
Mahluk hijau yang kalian pandang lemah dan menjijikan
Namun aku memiliki seribu harapan
Yang menurut kalian itu adalah hal yang mustahil untukku
Namun kan kutunjukan segala kemampuan dan keindahan dalam diriku kelak
Dan saat itu kalian akan tersenyum
Mengakui segala keindahan dan kehebatanku

Hari-hari pun berlalu
Kini saatnya bagiku ‘tuk menggapai segala impianku
Kurajut benang-benang halus yang menyelubungi tubuhku
Kalian tertawa, kalian memakiku
Tapi kuyakin suatu saat kalian akan takjub
Dari segala yang kupunya

Tibalah saatnya bagiku ‘tuk berubah
Kulepas benang-benang tipis yang telah lama menyelimutiku
Perlahan-lahan kukepakkan sepasang sayapku
Lalu aku terbang tinggi melihat keindahan dunia ini
Dan kalian pun tersenyum menyambut buah dari impianku

Mimpi Abadimu

Kasih...
Mentari telah menepati janjinya,
Tuk menyinari pagi ini, dari dinginya malam kelam...
Bukalah matamu, sambutlah indah nya pagi ini..

Ah, hangatnya mentari tak sanggup membangunkanmu..
Dengarlah burung-burung kecil yang kian bernyanyi...
Jamaklah angin sepoi-sepoi yang menari di telingamu..
Dan peluklah aku, penjaga hatimu..
Ku ingin kau datang menyambut lembaran baru kita, sayang..

Ku kecup bibir hangatmu,
Agar engkau terlepas dari mimpi burukmu...

Tapi sayang,,,
Kehangatan yang kuberikan kepadamu,
Tak sanggup meleburkan dinginnya tubuh indahmu..
Keceriaan pagi ini,
Tak sanggup mengubah wajah pucatmu..
Seluruh tubuh mu bernuansa putih pucat,,, Dingin.
Tapi aku tahu,,, Hati mu kan selalu hadirkan kehangatan tersendiri untukku..
Walaupun itu tak berarti, cintaku dapat menghidupkanmu..

Gaun putih yang menyelimutimu,,
Membuatku teringat akan masa pernikahan kita dulu..
Saat kusambut dirimu sebagai kunci hidupku,
Saat kuhadirkan pesona jiwaku sebagai penakluk amormu..
Saat kecupan pertama dan tangisan kebahagiaan kita waktu itu, sayang..

Tapi sekarang, tangisan itu berubah menjadi kepedihan untukku..
Kehangatan yang kita hadirkan bersama, menjadi dingin tak menentu.
Dan tubuh indahmu masih terbaring kaku..
Tapi aku harap engkau dapat mendengar bisikan hatiku...

Ini pengungkapan terakhir cintaku padamu..
Aku ingin setiap saat engkau meriasi seluruh hidupku..
Dirimu menjadi peri kecil dalam hari-hariku...
Tapi aku sadar, itu semua sia-sia..

Sayang,,
Lanjutkanlah tidur nyenyakmu..
Maaf aku menganggu mimpi manismu..
Aku hanya ingin kau tahu betapa besarnya cintaku padamu..

Semoga engkau selalu terjaga dalam tidurmu..
Dalam lelapmu..
Disini aku kan terus menunggu..
Sampai engkau terbangun dari mimpi-mimpimu..
Aku kan setia menyambut mu..
Walaupun aku tahu...
Dirimu takkan pernah terbangun,
Dari mimpi indahmu...
Selamat Tinggal, kasih..

Makna Bercinta

Saat kusapa dirimu..
Bibir tipis mu melebar, dengan rona merah muda di pipimu...
Saat itu..
Waktu serasa membeku, 'tuk menyambut senyum manismu..

Bibirmu tipis menggoda..
Ingin ku gigit bibirmu dengan bibirku...
Agar bibir kita saling bercumbu...
Selayaknya hati kita yang bersatu..

Mata mu bersinar terang..
Matahari pun tak sanggup melawan kilauan bola matamu..
Dan ketika bayanganku ada dalam bola matamu...
Di saat itu lah, aku merasa bahwa aku hidup dalam hatimu.

Napas mu hangat menghanyutkan..
Rintihan mu.. Desahanmu..
Membuatku terbangun..
Tuk memelukmu, memberikan sejuta kenikmatan kepadamu.
Selayaknya sengatan listrik yang menari di atas tubuh kita.
Sehingga kita terbuai, jatuh ke dalam sanubari kenikmatan..
Dan hanyut menjadi satu..

Saat tubuh mu menari di atas tubuhku..
Disaat tubuh kita melebur menjadi satu..
Saat api asmara membentuk ombak yang datang menghadang...
Aku pun merintih..
Mendesah dalam pelukmu..
Kubiarkan lidahmu menelusiri tubuhku,
Menggetarkan jiwaku..
Dan mendatangkan birahi yang tak tertahankan..
Hingga aku jatuh...
Ke dalam gua cintamu..

Jantung kita bersatu...
Irama jantung yang berdetak...
Mendatangkan sebuah alunan lagu cinta..
Yang melengkapi suasana tak 'terlupakan' itu...

Berikan aku sebuah kecupan terakhir, sayang..
Berikan aku kecupan cinta..
Tuk mengakhiri 'tarian' indah kita..
Sebagai suatu simbol...
Bahwa kita adalah satu.
Karena kenikmatan yang telah kau curahkan..
Memberikan aku makna..
Bahwa engkau begitu berarti..
Dalam hidupku..