Kasih...
Mentari telah menepati janjinya,
Tuk menyinari pagi ini, dari dinginya malam kelam...
Bukalah matamu, sambutlah indah nya pagi ini..
Ah, hangatnya mentari tak sanggup membangunkanmu..
Dengarlah burung-burung kecil yang kian bernyanyi...
Jamaklah angin sepoi-sepoi yang menari di telingamu..
Dan peluklah aku, penjaga hatimu..
Ku ingin kau datang menyambut lembaran baru kita, sayang..
Ku kecup bibir hangatmu,
Agar engkau terlepas dari mimpi burukmu...
Tapi sayang,,,
Kehangatan yang kuberikan kepadamu,
Tak sanggup meleburkan dinginnya tubuh indahmu..
Keceriaan pagi ini,
Tak sanggup mengubah wajah pucatmu..
Seluruh tubuh mu bernuansa putih pucat,,, Dingin.
Tapi aku tahu,,, Hati mu kan selalu hadirkan kehangatan tersendiri untukku..
Walaupun itu tak berarti, cintaku dapat menghidupkanmu..
Gaun putih yang menyelimutimu,,
Membuatku teringat akan masa pernikahan kita dulu..
Saat kusambut dirimu sebagai kunci hidupku,
Saat kuhadirkan pesona jiwaku sebagai penakluk amormu..
Saat kecupan pertama dan tangisan kebahagiaan kita waktu itu, sayang..
Tapi sekarang, tangisan itu berubah menjadi kepedihan untukku..
Kehangatan yang kita hadirkan bersama, menjadi dingin tak menentu.
Dan tubuh indahmu masih terbaring kaku..
Tapi aku harap engkau dapat mendengar bisikan hatiku...
Ini pengungkapan terakhir cintaku padamu..
Aku ingin setiap saat engkau meriasi seluruh hidupku..
Dirimu menjadi peri kecil dalam hari-hariku...
Tapi aku sadar, itu semua sia-sia..
Sayang,,
Lanjutkanlah tidur nyenyakmu..
Maaf aku menganggu mimpi manismu..
Aku hanya ingin kau tahu betapa besarnya cintaku padamu..
Semoga engkau selalu terjaga dalam tidurmu..
Dalam lelapmu..
Disini aku kan terus menunggu..
Sampai engkau terbangun dari mimpi-mimpimu..
Aku kan setia menyambut mu..
Walaupun aku tahu...
Dirimu takkan pernah terbangun,
Dari mimpi indahmu...
Selamat Tinggal, kasih..