Surat Kepada Pujaan Hati
Bagaikan darah di atas mawar berduri
Bagaikan darah di atas mawar berduri
Semerbak luka hatiku di atas duri cintamu
Bayangan semu mu kian menghantuiku
Senyum manis mu nan menggodaku
Hapuskan semua duka lara hidupku
Bayangan semu mu kian menghantuiku
Senyum manis mu nan menggodaku
Hapuskan semua duka lara hidupku
Kini semuanya lenyap
Sisakan serpihan manis mu
Hanyut terbawa kelamnya angin malam
Hanya bayangan maya mu yang kian menari
Menambah sesal puing kehidupan ini
Kemanakah dirimu berada, kasih...?
Disini aku berdiri sendiri, ditemani bayang-bayang mu
Di atas panasnya api cinta, di selimuti dinginnya angin rindu
Aku lemah tanpa dirimu, tanpa cintamu
Kar'na engkaulah, Cah'ya kehidupanku
Sesal merana, menelusuri jiwaku
Pupuskan semangat tuk jalani pedihnya hidup
Tapi kini, kuhanya dapat meratapi kenyataan
Tanpa alunan kasih, hanya usikan rindu
Di sini lah aku bersandar,
Hanya secarik kertas lusuh, tuk curahkan hatiku
Hanya rajutan kata penuh rayuan sesal
Yang cukup hina untuk dikisahkan
Kembalilah, hai kasih..
Telah lama kunanti kehadiranmu
Tuk jadi penawar rindu, penghancur pilu
Karena hanya dirimulah,,,
Pujaan hatiku
Sisakan serpihan manis mu
Hanyut terbawa kelamnya angin malam
Hanya bayangan maya mu yang kian menari
Menambah sesal puing kehidupan ini
Kemanakah dirimu berada, kasih...?
Disini aku berdiri sendiri, ditemani bayang-bayang mu
Di atas panasnya api cinta, di selimuti dinginnya angin rindu
Aku lemah tanpa dirimu, tanpa cintamu
Kar'na engkaulah, Cah'ya kehidupanku
Sesal merana, menelusuri jiwaku
Pupuskan semangat tuk jalani pedihnya hidup
Tapi kini, kuhanya dapat meratapi kenyataan
Tanpa alunan kasih, hanya usikan rindu
Di sini lah aku bersandar,
Hanya secarik kertas lusuh, tuk curahkan hatiku
Hanya rajutan kata penuh rayuan sesal
Yang cukup hina untuk dikisahkan
Kembalilah, hai kasih..
Telah lama kunanti kehadiranmu
Tuk jadi penawar rindu, penghancur pilu
Karena hanya dirimulah,,,
Pujaan hatiku


0 komentar:
Posting Komentar